Lelah Meeting di Zoom? Ternyata Ada 4 Alasan Ilmiah di Balik Itu

Meeting di zoom

Semenjak pandemi, semua kegiatan dilakukan secara online. Darimulai bekerja, belajar, mengajar, hingga meeting pun dilakukan secara online. Sekarang ini, sebagian orang menggunakan Aplikasi Zoom sebagai media mereka melakukan meeting. Zoom menjadi aplikasi nomor satu yang tak cuma digunakan untuk meeting, kuliah online juga dilakukan di Zoom, sekadar iseng, temu kangen atau sekadar mengobrol tidak penting.

Namun baru-baru ini, banyak orang merasakan lelah. Mereka berharap bisa kembali ke kehidupan normal mereka.

Karena banyaknya orang-orang yang merasa kelelahan, mesin pencarian Google pun sampai ikut terpengaruh juga. Banyak yang bertanya, ‘kenapa meeting Zoom bisa sangat melelahkan?’

Dan inilah alasan-alasannya yang kami kutip dari Forbes.

Kenapa Meeting di Zoom Terasa Melelahkan?

 

  1. Stress Lihat Wajah Kita Sendiri

Orang-orang bisa berubah tidak fokus ketika berhadapan dengan kamera. Apalagi kalau hasil tangkapan kameranya mereka lihat sendiri dan terpampang langsung di depan wajah mereka.

Tak hanya itu, orang-orang yang ikut video call juga menatap Anda. Ini lebih membuat stress dibanding bertatap muka secara langsung. Intinya, bukannya fokus saja pada rapat, kebanyakan malah menjadi menyibukkan memikirkan penampilan, ekspresi wajah depan kamera, atau sibuk menatap diri sendiri memastikan apakah wajahnya baik-baik saja atau tidak.

“Ketika Anda berada di sebuah konferensi video, Anda tahu semua orang melihat Anda. Jadi datanglah tekanan sosial dan perasaan seperti Anda seperti perlu tampil. Perasaan ini bisa sangat menegangkan,” kata Shuffler.

  1. Kesulitan Beradaptasi dengan Wajah yang Tampil di Layar

Menurut Profesor Gianpiero Petriglieri dari INSEAD, melakukan video call butuh fokus ekstra dibanding berbicara langsung.

“Melakukan video chat artinya kita bekerja lebih keras memproses isyarat non-verbal seperti ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh. Hal ini mengkonsumsi lebih banyak energi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa melakukan video call dapat menyebabkan orang-orang disonansi. Atau perasaan pikiran masih bersama, tapi tubuh tidak.

Hal tersebut memicu munculnya perasaan yang saling bertentangan yang membuat kita merasa mudah lelah. Bayangkan saja, kita harus berkomunikasi dengan normal pada lawan bicara di samping otak kita sedang dituntut bekerja keras mengakrabkan diri pada ruang obrol online tersebut.

  1. Munculnya Masalah-Masalah Teknis

Meski cuma video call, tapi kadang masalah-masalah teknis seperti keoneksi sinyal yang jelek, layar yang tiba-tiba membeku, software crash hingga ketidaktahuan dari masing-masing orang dengan teknologi yang ada sekarang (gaptek).

Sedang terburu-buru, misal dikejar deadline, tapi malah permasalahan-permasalahan kecil bisa menjadi penghambat luar biasa pada kerjaan. Bahkan suara berisik pun bisa mengganggu kelancaran meeting ini.

Siapa yang tidak lelah jika berada di kondisi demikian?

  1. Mengganggu Kegiatan yang Lain Selama di Rumah

Kerja di rumah memang enak, lebih bebas, fleksibel, bisa sambil santai tapi sayangnya jam kerja ikut-ikutan fleksibel. Kadang sebuah pekerjaan yang dikerjakan di rumah, bisa memakan waktu kita secara penuh.

Yang mana mengganggu kegiatan kita yang seharusnya bisa kita lakukan di rumah pada hari-hari biasa sebelum pandemi.

Untuk itu mari kita berjuang bersama. Jangan menjadi Indonesia yang terserah, kita harus melawan penyebaran Corona dan menghentikan aktivitas-aktivitas online yang menyebalkan ini supaya kita tidak lagi harus meeting di Zoom.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *