3 Hal Janggal yang ada di Film Plandemic, Benarkah Covid-19 Manipulasi?

Film plandemic

Plandemic adalah video berdurasi 26 menit yang rilis 4 Mei 2020 yang berisi wawancara dengan ahli teori konspirasi Judy Mikovits. Film yang membahas tentang kepalsuan Covid-19 yang diduga sebagai kebohongan besar-besaran dengan tujuan meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menjual vaksin tersebut sangat viral, filmnya sudah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Film Plandemic menyuguhkan fakta, pendapat dan sanggahan yang berkualitas. Sayangnya, film ini tak lagi bisa ditemukan di sosial media apapun. Darimulai Youtube, Facebook, Vimeo, Twitter, mereka semua telah menghapus film itu dari sosial media masing-masing atas dasar penyebaran hoax yang takutnya menipu masyarakat.

3 Hal Aneh dan Kejanggalan Film Plandemic

Berikut adalah beberapa hal janggal yang membuat orang-orang agak tidak percaya dengan isi film berdurasi 26 menit ini. Benarkah Plandemic hanya sekadar hoax?

Judy Mikovits Pernah dipenjarakan Tanpa Sebab yang Jelas

Pada September 2011 lalu, The Whittemore Peterson Institute for Neuro-Immune Disease memecat Judy Mikovits dari jabatannya sebagai direktur penelitian setelah melakukan studi yang menghubungkan retrovirus tikus dengan sindrom kelelahan kronis ditarik kembali oleh jurnal peer-review bergensi, bernama Science.

Lalu pada November 2011, Judy kemudian dipenjara atas tuntutan pidana karena diduga mencuri buku catatan, data komputer, dan properti lainnya dari institut. Tapi pada 11 Juni 2012, ia dibebaskan atas petisi yang kantor kejaksaan berikan untuk memberhentikan dakwaan tanpa prasangka.

Virus Corona Adalah Manipulasi, Alias Buatan Manusia

Tanggapan ini ditentang oleh banyak ilmuan. Mereka berpendapat bahwa Virus Corona tidak mungkin dimanupulasi, dan bukan jenis virus yang dirancang dari sebuah lab. Sebuah penelitian pun berkata demikian, bahwa Covid-19 bukanlah sesuatu yang dimanupasi atau dibuat-buat supaya ada.

Tapi di samping itu, tetap ada orang-orang yang menaruh perhatian dengan asal muasal virus ini. Contohnya adalah Ilmuwan top di Australia yang sampai meminta ada investigasi khusus dalam menyelidiki asal muasal Covid-19 yang sesungguhnya. Adapula kejanggalan yang dirasakan Profesor Nikolai Petrovsky mengenai kemampuan luar biasa Covid-19 yang mampu masuk ke dalam tubuh manusia pada hari pertama. Lalu ada juga kecurigaan Profesor Clive Hamilton dari Australia kalau SARS-CoV-2 adalah virus yang bocor dari lab di Wuhan.

Hydroxychloroquine Bisa digunakan untuk Lawan Virus Corona

Hal ini tidak bisa dikatakan sepenuhnya salah, tapi terlalu tergesa-gesa jika menyimpulkannya secepat ini.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa Hydroxychloroquine dapat mengurangi beberapa gejala Covid-19, tapi beberapa penelitian yang lain tidak menemukan efek yang sama.

Ada sekitar lebih dari 50 penelitian dikerjakan, uji coba klinis NIH juga sedang dilakukan, sampai saat ini Hydroxychloroquine masih sebatas penelitian. Jadi jika mengklaim bahwa Hydroxychloroquine bisa menjadi obat Covid-19, agaknya terlalu dini.

Sementara itu, ada beberapa negara yang membatasi penggunaan Hydroxychloroquine melihat bahwa informasi tentang kerja obat itu masih terbatas. Jadi belum banyak yang berani mengambil keputusan untuk langsung menetapkan bahwa Hydroxychloroquine bisa menjadi obat untuk pasien Covid-19.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *